Rahasia di balik shodaqoh

Shodaqoh ternyata punya manfaat yang luar biasa. Tidak seperti ilmu matematika yang jika 10-1=9, ternyata dalam matematika shodaqoh 10-1 ternyata hasilnya bisa 19 atau bahkan 709.

Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur’an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Alloh Swt Berfirman:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Alloh, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Alloh), Maka Alloh akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Alloh menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqoroh : 245)

Alloh Swt Berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ ، قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Alloh Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Al-Baqoroh : 261-263)

Alloh Swt Berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali ‘Imron : 133-134)

Inysa Allah tidaklah seseorang menjadi miskin karena bershodaqoh. Berikut adalah beberapa pengalaman saya terkait dengan shodaqoh, semoga bisa menjadi bahan renungan:

Orang tua saya seorang pensiunan yang dulu masih punya tanggungan anak-anak yang belum mapan. Pada saat itu saya sudah bekerja tapi saya hampir tidak pernah mengirimi uang atau mungkin tidak pernah (saya lupa). Ternyata dengan tidak pernah mengirimi uang orangtua, hidup saya bukannya semakin mapan karena berhemat tapi justru semakin melarat karena kebutuhan hidup yang semakin banyak.

Karena kepepet kebutuhan hidup saya akhirnya mulai mencoba lebih dekat kepada Allah dengan meluangkan sedikit waktu untuk sholat dhuha dan memulai usaha sampingan. Alhamdulillah ketika ada sedikit kelebihan uang dan mengingat saya rasanya tidak pernah kirim uang ke orangtua, maka saya upayakan untuk mengirimi sebagian kecil untuk orang tua saya. Ternyata selang beberapa hari saya dapat rejeki lagi yang lebih besar. Alhamdulillah

Karena dapat rejeki lagi ya saya kirimi lagi orangtua saya dan ternyata dalam tempo singkat di ganti Allah. Hal ini seringkali terjadi dan Alhamdulillah sekarang saya jadi sadar, ternyata shodaqoh tidak bikin miskin, justru insya Allah rejeki akan semakin bertambah.

Pada suatu saat di idul adha beberapa tahun yang lalu dan almarhumah ibu mertua saya ketika itu alhamdulillah sudah haji. Waktu itu saya kasih almarhumah sejumlah uang untuk tambahan beli kambing qurban. Saya ingat uang simpanan saya ketika itu hanya sekitar 5jt dan pada saat itu saya juga sudah tidak bekerja. Rasanya berat ketika itu mengeluarkan beberapa ratus ribu dalam kondisi tidak punya gaji bulanan. Tapi saya bulatkan tekad demi membantu almarhumah ibu mertua untuk ibadah qurban. Dan ternyata alhamdulillah setelah kejadian itu order semakin banyak, uang simpanan saya jadi semakin bertambah dan rejeki alhamdulillah sangat lancar.

Berkat kejadian idul adha tersebut lalu saya niatkan untuk berqurban setiap tahun. Dan di tahun berikutnya saya niatkan untuk berqurban lagi. Seekor kambing atas nama saya dan seekor kambing atas nama ibu kandung saya. Namun karena kondisi keuangan sedang kurang memungkinkan saya berniat menunda qurban atas nama saya. Jadi saya niat qurban untuk ibu saya terlebih dahulu karena saya sudah terlanjur janji pada beliau. Akan tetapi ketika sholat ied, khotibnya berkata bahwasanya berqurban itu setengah wajib sebagaimana firman Allah dalam surat Al Kautsar.

Surat Al Kautsar
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ١
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ٢
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأبْتَرُ ٣
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di surga.
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
Karena saya sudah merasakan nikmat yang banyak dari Allah, maka saya saat itu tertegun. Saya pulang kerumah dan curhat ke istri saya. Saya bilang "mah, aku mau qurban tapi sudah terlanjur janji qurban untuk ibu" (air mata saya ketika rasanya mau tumpah).

Subhanallah, Alhamdulillah.....
Rasanya belum ada semenit saya curhat dengan istri saya, hp saya bunyi. Saya angkat dan ternyata klien saya barusan mengirim uang 1.5jt.

Terima kasih ya Allah, bahkan untuk beribadah pun Engkau yang kasih modalnya.
Karena berangkat cari hewan qurban kesiangan, saya tidak dapat kambing. Akan tetapi Alhamdulillah di tempat paman saya ada patungan sapi dan masih kurang 2 orang anggota. Alhamdulillah....

Wah, kalau mengingat-ingat kejadian itu rasanya pengen keluar lagi air mata saya karena terharu. Terima kasih ya Allah...

Shodaqoh kok ke orangtua?

Ini ada beberapa hadits yang bisa jadi bahan renungan.

شعب الإيمان - البيهقي (6/ 177)عن عبد الله بن عمرو قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :رضا الله في رضا الوالدين و سخط الله في سخط الوالدين
Dari Abdullah bin 'Amr beliau berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda; Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orangtua (H.R.Al-Baihaqy)
Lafadz At-Tirmidzi berbunyi;
سنن الترمذى (7/ 122)عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Dari Abdullah bin Amr radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ridha Allah terdapat pada ridha seorang ayah, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya seorang ayah."

Orangtua yang fakir merupakan prioritas agama juga ketika memilih siapa penerima sedekah yang akan diberikan. Banyak orangtua yang tidak memadai hidupnya tapi enggan juga untuk meminta-minta. Mereka ini adalah orang terhormat, bersih walau miskin, rapi walau sederhana, taat beragama, sangat menghargai diri mereka sendiri. Ciri seperti ini banyak kita temukan didalam masyarakat. Orangtua yang sudah pensiun tapi bekal hari tuanya tidak mencukupi sementara anak-anaknya tidak mapan. Sebagian orang yang datang ke mesjid dengan rapi dan bersih, tanpa kita sadari sebenarnya ada diantara mereka yang sangat membutuhkan bantuan, tetapi mereka tidak menampakkannya. Hanya orang-orang yang mempunyai kepekaan sosial yang tinggilah yanng mengerti siapa mereka dan memberi bantuan.

Pesan saya jika pembaca saat ini merasa hidupnya kekurangan, cobalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Jangan tinggalkan sholat. Cobalah biasakan untuk sholat dhuha dan biasakanlah untuk bershodaqoh, berzakat dan berinfaq. Jangan takut untuk berbelanja di jalan Allah dan jadikanlah Allah sebagai penolongmu karena Allah adalah sebaik-baiknya penolong.

Surah Al Fatihah dan Terjemahanya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ



Bacaan Bacaan Surat Al Fatihah dalam Bahasa Indonesia
"Bismillahirrahmanirrahim"

Alhamdulillahi rabbil alamin,

Arrahmaanirrahiim

Maaliki yaumiddiin,

Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,

Ihdinashirratal mustaqim,

shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin,
Terjemahan Bacaan Surat Al Fatihah
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".

"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".

"Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".

"Yang menguasai di Hari Pembalasan".

"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan".

"Tunjukilah kami jalan yang lurus",

"(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ﴿٨﴾
Alam nasyrah laka shadraka, wawadha'naa 'anka wizraka, alladzii anqadha zhahraka, warafa'naa laka dzikraka, fa-inna ma'a al'usri yusraan, inna ma'a al'usri yusraan, fa-idzaa faraghta fainshab, wa-ilaa rabbika fairghab.


Artinya:
1). Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
2). Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
3). Yang memberatkan punggungmu ?
4). Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu ,
5). Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
6). Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
7). Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain  ,
8). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap




بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

1).Qul huwa allaahu ahadun,
2).allaahu shamadu,
3).lam yalid walam yuuladu,
4).walam yakun lahu kufuwan ahadun.
Terjemahan Bacaan Surat Al Ikhlas
1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kasih sayang dan ampunannya kepada kita semua.
Semoga bermanfaat.
Amiin Ya Rabbal "alamiin